pRLy0KjoYc-s7w-itlUBTnSoa9g blogrozran blogrozran

Pages

Ads 468x60px

Rabu, 03 Juli 2013

sepasang kekasih pelajar smp di blora rekam video porno

Bukannya sibuk belajar dan menyiapkan masa depan, sepasang kekasih pelajar smp di blora ini malah rekam video porno, sungguh suatu insiden yang sangat membuat kita prihatin alangkah semakin tak karuan ahklak sebagian remaja generasi muda kita.

Lalu apa gerangan yang membuat mereka sepasang kekasih pelajar smp di blora rekam video porno ini?
read more

download video betet ngeyel kediri.

Sebenarnya berita ini sudah cukup lama kejadiannya, namun karena pelakunya yang ternyata masih di bawah umur itu menjadikan berita ini masih banyak diburu orang untuk memastikan apa memang benar pelakunya masih siswi SMP.

Nah untuk lebih jelasnya silakan simak download video betet ngeyel kediri.
read more

download video smp mesum kediri.

Download video smp mesum kediri sampai saat ini masih banyak diburu orang, entah dengan motivasi apa gerangan. Tapi yang jelas memang video tersebut begitu menyengat kesadaran kita para orang tua, bagaimana ternyata selama ini kita begitu terlena dengan pembangunan akhlak remaja kita.

Sebenarnya bagaimana sih cerita download video mesum kediri ini? simak di sini.
read more

Insiden Munarman siram teh Thamrin di TVOne



Acara diskusi Apa Kabar Indonesia Pagi yang ditayangkan TvOne kemarin pagi diwarnai insiden. Dalam diskusi dengan tema pembatasan jam operasi tempat hiburan malam, Juru Bicara FPI Munarman menyiram sosiolog Universitas Indonesia (UI) Thamrin Amal Tomagola dengan secangkir teh.

Munarman mengaku kesal dengan Thamrin karena sosiolog itu memotong-motong pembicaraannya. "Orang lagi ngomong juga ditunjuk-tunjuk, nggak sopan," tegas Munarman saat dihubungi merdeka.com, Jumat (28/6).

Namun, hingga acara diskusi selesai, mantan Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) ini enggan untuk meminta maaf kepada Thamrin. "Biasa-biasa saja, ngapain saya minta maaf, saya tantang sekalian, saya ladeni," tantang Munarman.

Thamrin Amal yang menjadi korban penyiraman teh ini mengatakan Munarman tidak suka pernyataannya. Thamrin membeberkan penyebab Munarman reaktif dalam tiga poin.

"Pertama ancaman polisi akan menindak ormas yang melakukan sweeping, yang itu adalah agenda polisi tahunan. Kemudian dia menyatakan, penyebab polisi melarang sweeping adalah karena pertanyaan wartawan kepada polisi, sehingga polisi menjawab akan menindak. Ketiga, dia bilang aparat Negara tidak pernah hadir saat ada kekerasan, saya bilang betul. Negara banyak membiarkan kekerasan, nah pada saat saya melakukan komentar itu. Dia anggap saya membela yang minoritas," terang Thamrin.

Kemudian Thamrin menambahkan, Munarman menudingnya selalu membuat analisa yang menyudutkan Islam. Dirinya menambahkan, kekerasan harus dihentikan dimulai dari rumah tangga, komunitas, sekolah, lembaga legislatif dan lingkungan.

"Jangan sampai meniru kekerasan. Itu konyol. Kemarahan itu berasal dari sana (kepincangan ekonomi). Dan, kita juga harus hindari dakwah dengan yang keras. Mereka yang berada dalam posisi yang tidak berdaya, akan merasa terancam," jelasnya.

Pernyataannya itu, menurut Thamrin, disebutnya sebagai pemicu kemarahan Munarman hingga menyiramkan segelas minuman kepada dirinya. Tidak terima dengan perlakukan Munarman yang tidak etis, dirinya melaporkan Munarman ke polisi.

Thamrin tak mau banyak komentar. Tampak jelas kekesalan Thamrin kepada Munarman. Dia mengungkapkan kekesalannya dengan intonasi suara marah.

"Saya ini sedang lapor ke polisi," kata Thamrin dengan nada marah.

Munarman sama sekali tidak takut jika dirinya dilaporkan Thamrin ke polisi. Munarman menegaskan dia cuma takut dengan api neraka.

Selain itu, tidak tampak sama sekali penyesalan di wajah Munarman. Bahkan, Menurut dia, siraman pantas didapat Thamrin yang kerap memotong pembicaraannya.

"Kenapa takut? Saya takut masuk neraka, saya tidak takut masuk penjara," tegas Munarman.

Dengan santai, Munarman pun berkelakar dia tidak menyiram Thamrin, tapi hanya 'ngasih minum'."Saya lihat dia (Thamrin) pagi-pagi belum minum teh, haus, ya kita kasih minum. Karena jauh, ya jadinya begitu," katanya dengan santai.

Insiden Juru Bicara FPI Munarman yang menyiram muka sosiolog Universitas Indonesia (UI) Thamrin Amal Tomagola dengan secangkir teh, di acara diskusi yang disiarkan langsung oleh TvOne itu, tak luput dari pantauan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Wakil Ketua KPI Eski Tri Rezeki Widianty menegaskan, insiden tak senonoh itu harus menjadi pelajaran bagi TvOne ke depan. Mereka harus mendefinisikan kembali siapa yang layak menjadi narasumber sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) tentang pemilihan narasumber, terutama untuk acara live.

"Kami sebenarnya sudah berkali-kali mengingatkan stasiun televisi untuk memilih narasumber yang sesuai. Acara tadi pagi itu saya sudah lihat. Ini harus menjadi pelajaran bagi TvOne," kata Eski yang juga menjabat sebagai Komisioner Isi Siaran di KPI ini.

Menurut Eski, acara diskusi di TvOne tadi pagi berkaitan dengan organisasi kemasyarakatan (ormas). Namun televisi itu memilih narasumber dari Front Pembela Islam (FPI). Dia menilai, pemanggilan FPI itu lebih banyak sensasinya dari pada muatan pengetahuan.

Seharusnya, dia melanjutkan, masih banyak ormas lebih baik lain yang bisa dimintai pendapat dan menjadi narasumber. "TV kita memang cenderung lebih banyak mengedepankan sensasi, dari pada informasi yang mendidik untuk publik. Jadi jangan hanya mengejar sensasi," tuturnya.

Elki mengaku, jika sudah seharusnya tvone meminta maaf kepada publik atas insiden yang tidak patut ditonton tersebut. Pihaknya berharap, agar siaran tv lebih mengedepankan muatan pengetahuan dibandingkan hanya mengejar sensasi semata.

"Mereka berjanji akan mengevaluasi internal, dan berjanji ke depan tidak akan terjadi lagi," pungkasnya.(src)

read more

Novi Amalia Minta diperkosa, menurut dokter dia alami gangguan jiwa



Novi Amalia, model seksi yang sempat mengamuk di Polsek Mampang, Jakarta Selatan sambil melucuti pakaian dan berteriak minta di perkosa, itu kini masih menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur. Hasil diagnosis sementara, Novi diduga mengalami gangguan jiwa.

"Sementara ini, kalau melihat dia seperti itu, dia itu mengalami masalah kejiwaan, gangguan jiwa. Dia gelisah, marah-marah dan gaduh. Biasanya, orang-orang seperti itu karena pengaruh zat adiktif," kata Dirut RSKO Cibubur Dr Laurentius Panggabean, ketika dihubungi merdeka.com, Rabu (3/7).

Namun hingga kini RSKO belum bisa memastikan jenis zat yang dipakai Novi. Apakah dia memiliki riwayat masalah kejiwaan sebelumnya? Laurentius menjawab, Novi memang sempat dirujuk ke RSKO pada kasus pertama yang menjerat dia ketika mobil Jazz Merahnya menabrak tujuh orang.

"Dia kemudian berobat, lalu hilang semuanya. Tapi mungkin karena dia tidak kontrol, dia kambuh lagi. Dia kembali gelisah-gelisah terus, sehingga kalau tidak dirangsang pakai obat, dia tidak bisa tenang," tutur Laurentius.

Namun sekarang kondisi Novi di RSKO sudah mulai tenang. Dia sudah menjalani hari-hari seperti biasa. Dia bagun pagi, olah lari-lari, terus sarapan rutin, dan tidur tepat waktu. "Dia sudah membaik, kondisinya lebih tenang," terangnya.

Seksolog dari Universitas Udayana, Wimpie Pangkahila mengatakan, kemungkinan aksi nekat Novi buka baju sambil berteriak minta diperkosa itu karena trauma yang kemudian didukung oleh pemakaian zat-zat adiktif. "Sehingga dia kemudian mengamuk seperti itu. Tapi kalau masalah kejiwaan, saya tidak tahu," terangnya.(src)
read more