pRLy0KjoYc-s7w-itlUBTnSoa9g blogrozran blogrozran

Pages

Ads 468x60px

Selasa, 24 September 2013

PSK ABG makin marak di Bandarlampung



Polresta Bandarlampung menangkap Nurul alias NI karena menjual remaja di bawah umur sebagai Pekerja Seks Komersil (PSK). Anak baru gede itu dijualnya ke pria hidung belang dengan kisaran tarif Rp 100 ribu sampai Rp 300.000.

Uang itu tidak sepenuhnya dikuasai para ABG yang sudah melayani tamu. Nurul meminta uang itu disetor padanya. Setelah itu, mereka akan digaji tiap tiga bulan sekali.

"Korban juga dibekali telepon genggam oleh tersangka untuk dapat berkomunikasi dengan para tamu agar mereka kembali lagi. Para korban juga mengakui menjadi PSK tanpa sepengetahuan keluarga mereka," kata Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Deri Agung Wijaya, di Bandarlampung, Sabtu (21/9).

Deri menambahkan, dari pengakuan Nurul, usaha prostitusi itu sudah dijalankannya sejak tahun 2005. Nurul berkilah para korban lah yang mendatanginya dan meminta dicarikan pekerjaan untuk membantu orang tua.

"Mereka dibawa oleh temannya sendiri dan ingin bekerja, mengaku sudah tidak perawan," tambahnya.

Setiap malam, Nurul mengaku ada empat pelanggan yang memesan anak-anak ABG itu padanya.

Para ABG ini sebelumnya dijanjikan akan bekerja di kafe. Saat mereka coba meminta pulang, Nurul melarang keras.

"Para korban ini pun mengakui tidak diizinkan pulang oleh NI, kecuali berjanji untuk kembali bekerja kepada tersangka, serta kembali dengan membawa rekan-rekannya," ujar Deri.

Seperti diberitakan sebelumnya, terkuaknya kasus penjualan anak di bawah umur ini setelah polisi menerima informasi dari seorang warga Kelurahan Susunan Baru Kecamatan Tanjungkarang Barat yang melaporkan putrinya, FSL (13) menghilang sejak 10 Agustus lalu. Keluarga menduga FSL dibawa rekannya DS (14) yang berusia 14 tahun, untuk bekerja di eks lokalisasi Pemandangan Kecamatan Panjang Bandarlampung.

"Berdasarkan laporan dari keluarga korban, Polresta Bandarlampung melalui Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak langsung melakukan penyelidikan dengan menemukan sebuah rumah kontrakan yang dimiliki seorang perempuan berinisial NI alias Mami alias Bunda," kata Deri sebelumnya.

NI bersama empat ABG itu diamankan di sebuah kontrakan di Jalan Teluk Tomini Way Lunik, Kecamatan Telukbetung Selatan. Mereka adalah FSL, TA (14), TS (13) dan DS (14).

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 2, pasal 11, pasal 12 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, dan pasal 18 ayat 2 dan pasal 38 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.
[src]
read more

PSK terselubung Sukabumi



Selain perdagangan manusia, di Kabupaten dan Kota Sukabumi diyakini banyak praktik prostitusi terselubung. Konsumerisme dan hedonisme menjadi salah satu penyebab banyaknya praktik haram itu.

"Di Sukabumi ini lokalisasi memang ada, tetapi praktik esek-esek bukan berarti tidak ada. Di sini banyak tapi terselubung, dari mulut ke mulut pesannya," ujar Doni, warga Sukabumi dalam sebuah perbincangan dengan merdeka.com, Jumat (13/9) lalu.

Pelakunya, kata Doni sangat beragam, mulai dari anak sekolah, buruh pabrik hingga ABG usia belasan yang hanya tamatan SD.

"Tetapi memang di sini tidak terang-terangan, harus lewat perantara atau calo. Kalau yang mangkal sangat jarang," terangnya.

Hal itu juga diamini oleh Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sukabumi Elis Nurbaeti, menurutnya bisnis esek-esek tersebut memang marak di Sukabumi.

"Salah satu faktornya sikap konsumtif dan hedonis para ABG di sini. Banyak ABG dan mereka yang sudah dewasa terjun ke bisnis itu karena hingga tampil beda dan gaya," terang Elis.

Sebagai contoh, saat ini banyak anak gadis di desa-desa yang ingin memiliki handphone atau gadget mewah lainnya, tetapi orangtua nya tidak bisa menuruti. Akhirnya mereka terjun ke bisnis kotor itu.

"Orangtua mereka hanya mampu memenuhi kebutuhan primer, tetapi kadang anaknya pengen lebih, pengen punya BlackBerry atau iPad, akhirnya mereka terjerumus ke lembah itu," terangnya.

Secara geografis, Sukabumi memang dekat dengan Bandung dan Jakarta. Hal ini rupanya turut mempengaruhi kondisi sosiologis masyarakat Sukabumi terutama di kalangan anak muda.

Pendidikan yang rendah juga membuat para mojang Sukabumi mengambil jalan pintas. Bisnis seks terselubung pun menjadi jalan tengah antara kebutuhan mereka akan materi dan rendahnya tingkat pendidikan.

"Nah kasus trafficking pun mulanya banyak dari kasus ini awalnya. Tadinya mereka jadi PSK terselubung, lalu akhirnya mereka dijual ke luar Sukabumi seperti Batam, Jakarta, Babel, Malaysia dan Brunei," terang Elis.
[src]
read more

Wanita muda di jual di pasar



Di Roma, Ada Pasar Jual Wanita Muda sebagai Istri - Banyak pasar unik yang ada di belahan bumi. Namun pasar unik yang ada di Roma ini berbeda dengan pasar lainnya. Jika umumnya sebuah pasar menjual produk, maka di pasar tersebut yang dijual adalah wanita muda yang khusus diperuntukan sebagai istri.

Pasar yang dikenal dengan Bridal Market yang ada di Roma ini merupakan pasar yang menjual calon istri. Tak memerlukan cinta, asal mampu menawar dengan harga paling tinggi maka akan langsung mendapatkan mempelai wanita untuk dibawa pulang.

Dilansir dari dailymail, tapi jangan beranggapan kalau pasar ini memperdagangkan wanita. Pasar ini merupakan bagian dari tradisi unik yang berlangsung di Spanyol. Para wanita dan pria single yang berasal dari keluarga kurang mampu berkumpul di Bridal Market untuk menemukan pujaan hatinya.

Sebelum mereka ke Bridal Market para gadis akan tampil secantik dan semanarik mungkin. Ini merupakan cara agar mendapatkan penawaran yang tinggi untuk harga kecantikan yang mereka tampilkan. Para wanita yang datang sudah siap untuk ditawar, seperti benda di pasar pada umumnya.

Jaminan yang ditawarkan para ibu atas anak gadisnya yang ditawar di pasar inipun sangat unik. Para gadis dari keluarga tidak mampu ini masih perawan. Bila ternyata sang gadis tidak perawan, maka semua uang hasil penawaran yang dilakukan di Bridal market akan dikembalikan secara utuh.

Kalau cocok nantinya semua uang yang didapat dari mempelai pria akan diberikan kepada mempelai wanita untuk dibelikan barang-barang persiapan pernikahan. Mulai dari membeli gaun pengantin dan berbagai kebutuhan pernikahan lainnya. Semakin cantik dan semakin banyak pria yang ingin melamar seorang gadis, biasanya harganya akan semakin tinggi.
[src]
read more

Pornografi camsex kian marak



Beberapa tahun lalu, memang bisnis pornografi sudah ada namun ketika era internet sudah booming seperti sekarang, bisnis tersebut juga ikut mekar dan menguntungkan.

Dalam sebuah wawancara yang dilakukan oleh NY Times (21/09) terhadap salah seorang 'aktris' camseks online, terungkap bahwa bisnis pornografi semakin berkembang pesat dan sangat menguntungkan sekali ketika internet sudah menjadi satu hal yang sangat populer seperti sekarang ini.

Dalam pengakuannya, sang aktris yang sudah 3 tahun bekerja sebagai 'pemuas nafsu' virtual tersebut mengatakan bahwa dia dapat menghasilkan sekitar USD 8 ribu atau Rp 91,5 juta perbulannya. Tentu saja, keuntungan tersebut untuk perusahaan.

Menjadi satu hal yang tidak mengherankan lagi, khususnya untuk wilayah Eropa dan sekitarnya di mana kecepatan internetnya di atas rata-rata serta proteksi atas konten pornografi tidak begitu seketat seperti di Indonesia, maka bisnis camseks tersebut menjamur dan jadi ladang bisnis yang sangat potensial.

Apabila di waktu dulu, beberapa tahun lalu, bisnis pornografi hanya sebatas penjualan kaset dalam format Betamax sampai akhirnya menjadi kepingan DVD, bisnis tersebut kurang begitu menggigit karena banyak pihak yang membajak produk dengan konten dewasa ini kemudian menjual ulang dengan harga yang relatif lebih murah.

Namun, ketika era internet sudah booming dan strategi 'penjualan' produk pornografi diubah dari bentuk fisik ke bentuk online atau streaming, justru ledakan popularitas serta keuntungannya berlipat-lipat.

Selain camseks, situs-situs penyedia konten dewasa juga turut bermunculan. Memang kebanyakan situs-situs tersebut menyediakan konten yang gratis namun ada batasan pada durasinya.

Untuk melihat video dengan durasi panjang, maka pengakses situs tersebut wajib menjadi member dengan membayar sejumlah uang yang ditetapkan.

Namun, dibandingkan dengan situs penyedia konten dewasa, website-website yang bertemakan camseks lebih banyak dikunjungi oleh netizen dari berbagai belahan dunia.

Hal ini dikarenakan camseks dilakukan secara langsung atau real-time oleh sang 'aktris.' Jadi pengunjungnya mendapatkan tontonan yang tidak basi.
[sec]
read more

Kamis, 12 September 2013

Tarif Adegan Ranjang



Bayangan mematikan di industri pemuas syahwat



Industri esek-esek di Amerika Serikat berkembang sangat pesat. Banyak orang berbondong-bondong terjun ke bisnis ini lantaran menguntungkan baik pemain maupun si pembuat tayangan. Surat kabar Business Insider (15/11/2012) melansir bisnis film porno di Amerika meraup keuntungan bersih sekitar Rp 157,2 triliun per tahun.

Bayaran demi beradegan di atas ranjang pun sungguh membuat air liur menetes bagi mereka ingin kaya mendadak. Agen pencari bintang film porno Mark Spielger mengatakan uang ditawarkan tergantung dari seberapa mau mereka melakukan adegan ekstrem seks.

Spielger merunut bayaran paling murah untuk adegan lesbian. Bercinta antara perempuan dengan sesama jenisnya lantaran seks macam ini hanya bisa menarik mereka yang lesbian dan beberapa pasangan beda jenis kelamin.

Para lesbian ini hanya dibayar Rp 8,9 juta. Namun itu untuk sekali akting depan kamera.

Ingin meningkatkan bayaran berarti juga harus mau mengikuti kemauan produser film porno. Adegan bercinta perempuan dan lelaki mendapat gaji Rp 11,2 juta per episode. Sementara para perempuan yang rela bokongnya menjadi alat penetrasi mendapat bayaran Rp 13,4. Bayaran paling tinggi jika perempuan mau vagina dan lubang bokongnya dimasukkan kelamin lelaki sekaligus, maka bayarannya menjadi Rp 44,9.

Dengan bayaran seperti ini terang saja pelbagai macam bentuk perempuan dan lelaki, berkulit putih-hitam-coklat, bertubuh berisi atau kurus, berambut merah-pirang, apapun, berbondong-bondong mencoba peruntungan di industri porno.

Salah satu syarat menjadi bintang porno yakni bebas penyakit kelamin, dan tidak mengidap HIV-AIDS. Surat keterangan ini harus diperpanjang tiap sebulan sekali. Meski menjadi syarat ketat nyatanya masih banyak pemain memalsukan surat keterangan medis itu. Jelas saja ini bisa menular pada lawan mainnya.

Penyebabnya salah satu mungkin mereka enggan memakai pengaman. Kata bintang porno James Deen pemakaian pengaman membuat industri esek-esek ini anjlok hingga 30 persen, seperti dilansir Washington Post (12/11/2012). Padahal penggunaan kondom diperlukan sebab semua pemain bergonta ganti pasangan. Alasan mereka menolak kondom sebab merasa sudah melakukan pemeriksaan kesehatan bulanan.

Apalagi penonton film porno tidak menyukai aktor berkondom. Deen selama ini telah membintangi lebih dari 1000 film porno dalam sembilan tahun terakhir dan dia sudah melakukan sekitar 4000 adegan seks. Dia mengaku tidak pernah terkena penyakit apa pun karena rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dua pekan sekali.

Namun fakta ini terbantahkan saat dua bulan lalu seorang aktor terbukt positif AIDS. Bahkan jumlah penderita ini kembali ketahuan kemarin. Industri ini pun semakin dibayangi penyakit mematikan belum ada obatnya itu hanya gara-gara ogah pakai kondom.
[din]
read more